Kamis, 31 Januari 2019

Citarum Harum Pengaruhi Industri Kecil

PABRIK berada di dekat aliran Sungai Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 13 September 2018.*/ADE MAMAD/PRTAHUN 2018 dinilai menjadi salah satu tahun terberat bagi industri tekstil dan produk ­tekstil (TPT) Ja­wa Barat.
Alasannya, selain karena terpukul dari sisi pasar lokal yang per­min­taannya semakin berkurang, te­kan­an juga terjadi karena dipengaruhi turunnya produksi dari industri pence­lupan.
Selengkapnya :

Terkait Pernyataan Ridwan Kamil, Profesor Dini: Kegagalan Citarum Berarti Kegagalan Presiden

SUNGAI Citarum.*BANDUNG, (PR).- Ketua Dewan Pengawas Yayasan Citarum Harum, Profesor Dini Dewi Heniarti sesalkan pernyataan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Pernyataan tersebut mengenai kegagalan  Program Citarum Harum akibat kegagalan kepemimpinan sehingga elemennya tidak kompak.

Selengkapnya :

Selasa, 18 Desember 2018

Pencirian Debit Aliran Sungai Citarum Hulu

Yayat Hidayat, Kukuh Murtilaksono, Enni Dwi Wahjunie, dan Diah Retno Panuju (Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Agustus 2013 Vol. 18 (2))

Citarum merupakan salah satu sungai strategis di Jawa Barat karena di bagian hulu sungai tersebut terdapat 3 waduk besar, yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, yang memasok 20% kebutuhan listrik Jawa-Bali. Di wilayah hilir, Citarum juga menyediakan kebutuhan air irigasi sawah lebih dari 240.000 ha, air baku air minum PDAM (termasuk PT. Thames PAM Jaya-TPJ), dan kebutuhan industri (Jasa Tirta II 2005).

Selengkapnya :
http://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/viewFile/8383/6531

Perusahaan Pencemar Sungai Citarum 'Diseret' ke Hukum

Ciatrum merupkan sungai yang memeiliki posisi strategis, termasuk dalam mendukun perekonomian wilayah. Berikut tayangan video yang bersumber dari Channel CNN Indonesia (https://youtu.be/SpSOVgDoRU4) mengenai kerusakan Sungai Citarum yang disebabkan oleh aktivitas industri

Pemerintah Siapkan Rp 1,3 Triliun untuk Benahi Sungai Citarum

Katadata.co.id - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Rencananya, proyek percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan sungai di Jawa Barat itu bakal dimulai tahun depan.

Selengkapnya :
https://katadata.co.id/berita/2018/11/23/pemerintah-siapkan-rp-13-triliun-untuk-benahi-sungai-citarum

Repost :
(@Citarum-015)

Minggu, 09 Desember 2018

Evaluasi Kemampuan Pulih Diri Oksigen Terlarut Air Sungai Citarum Hulu

Oleh: Eko Harsono (Limnotek,Vol 17, No 1, 2010)

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pulih diri (self purification) oksigen terlarut (DO;Dissolved Oxygen) melalui uji kelenturan DO diperagakan dengan model QUAL2K,dan diuji melalui simulasi pengubahan nilai parameter pada model lengkung DO. Parameter model yang diubah nilainya tersebut adalah kemiringan dasar sungai, kebutuhan oksigen sediment (SOD; Sediment Oxygen Demand) sungai,konsentrasi DO, NH4 dan (NO2+NO3),serta BODfast dan BODslow air sungai. 


Selengkapnya  : 

https://rin.lipi.go.id/dataset.xhtml?persistentId=doi:10.5072/FK2/ZKHVJF

Repost:
(@Citarumpedia-007) 

Jumat, 07 Desember 2018

Beban Pencemaran limbah Industri dan Status Kualitas Air Sungai Citarum

Oleh : Nana Terangna Bukit, dan Iskandar A. Yusuf ( Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol. 3, No. 2, Mei 2002: 98-106 )

Sungai Citarum beserta tiga waduk besar yaitu Saguling Cirata dan Juanda (Jatiluhur) memiliki fungsi ekonomi ekologi dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Selengkapnya :

 http://ejurnal.bppt.go.id/ejurnal2011/index.php/JTL/article/view/199

Repost:
( @Citarumpedia-005)

IDENTIFIKASI KEMISKINAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU: KASUS DAERAH BANDUNG RAYA

Oleh : Nova Maulani, Sunardi, Dadan Sumiarsa, dan Djuwansah (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan – Universitas Padjadjaran Bandung/ JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 11 Issue 2: 92-99 (2013) ISSN 1829-8907

Sungai Citarum termasuk salah satu sungai besar dan strategis di Indonesia kondisinya dalam keadaan sangat kritis. Berbagai aktivitas dengan kurang terkendalinya limbah yang dibuang ke sungai menyebabkan Sungai Citarum menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak pada suplai air baku/bersih bagi penduduk sekitar DAS. Kritisnya tersebut sudah terjadi sejak dari bagian hulu.

Selengkapnya :
 https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/download/6751/5520

Limbah 8 Perusahaan di Bandung Barat Diduga Cemari Sungai Citarum

NGAMPRAH, (PR).- Delapan perusahaan di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat diduga telah melakukan pelanggaran dengan membuang limbah ke Sungai Citarum.

Baca Selengkapnya :

www.galamedianews.com/foto/208348/anakanak-bermain-di-tumpukan-sampah-sungai-citarum.html

Repost :
(@Citarumpedia-009)

Pemerintah Gelontorkan Rp 640 Miliar untuk Sungai Citarum


Detik.com. "Kita (menggelontorkan anggaran) Rp 640 miliar, hanya yang untuk nanti dikelolanya oleh Satgas Citarum Harum," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Saung Citarum Harum Sektor 8, Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12/2018).

berikut berita lengkapnya :

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4332097/pemerintah-gelontorkan-rp-640-miliar-untuk-sungai-citarum?_ga=2.178818407.2121933897.1544162628-1710447434.1513329122

Repost : 
( @Citarumpedia-008 )

PLN UP3 Cimahi Mendukung Pelestarian Ekosistem Di Sungai Citarum

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - PLN UP3 Cimahi mendukung pelestarian ekosistem di sepanjang badan Sungai Citarum yang saat ini kondisinya sedikit membaik setelah gencar dilakukan pembersihan mulai dari hulunya.

Baca Selengkapnya: 
http://jabar.tribunnews.com/2018/12/07/ini-cara-pln-up3-cimahi-mendukung-pelestarian-ekosistem-sungai-citarum

Repost:
( @citarumpedia-007)


Revitalisasi Sungai Citarum, Menko Luhut: Kita Akan Buat Danau

okezone.com, JAKARTA - Sungai Citarum sangat memprihatinkan dan merupakan sungai terkotor kedua di dunia. Menyadari bahwa kelestarian sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini merupakan tanggung jawab pemerintah pusat maupun Pemda setempat. Bahkan seluruh masyarakat yang bermukim di Jawa Barat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya untuk mempercepat revitalisasi dan rehabilitasi Sungai Citarum. Di mana salah satu caranya dengan pembuatan danau seluas 10 hektar.

Baca Selengkapnya :

https://economy.okezone.com/read/2018/12/07/320/1988348/revitalisasi-sungai-citarum-menko-luhut-kita-akan-buat-danau 

Repost:
(@Citarumpedia-006)

Demi Kurangi Sampah di Sungai Citarum Kementerian PUPera Membangun IPAL Komunal dan TPS 3R

TRIBUNJABARID.com, DAYEUHKOLOT - Demi mengurangi sampah di aliran Sungai Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPera) Republik Indonesia membangun TPS 3R (reuse, reduce, dan recycle) dan Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) atau IPAL Komunal masyarakat bersama Satgas Citarum Harum.

Selengkapnya :

http://jabar.tribunnews.com/2018/12/03/demi-kurangi-sampah-di-sungai-citarum-kementerian-pupera-membangun-ipal-komunal-dan-tps-3r

Repost :
( @Citarumpedia-005 )

BPPT Usul Pemasangan Teknologi Online Pantau Pencemaran Citarum

detikcom. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengusulkan pemasangan teknologi untuk melakukan pemantauan secara online Sungai Citarum dari pencemaran lingkungan. BPPT menilai salah satu sumber pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Citarum adalah buangan air limbah dari domestik dan industri.

Selengkapnya :

https://news.detik.com/berita/d-4333195/bppt-usul-pemasangan-teknologi-online-pantau-pencemaran-citarum

Repost:

(@Citarumpedia-07)

Darurat Sampah Sungai Citarum

Persoalan Sungai Citarum sudah mendunia, bahkan ada pihak yang menyebutkan bahwa Citarum sebagai sungai paling kotor di dunia. Berikut tayangan video mengenai Sungai Citarum yang bersumber dari Channel YouTube CNN Indonesia (https://youtu.be/-Cr4teaESUE)

 

Minggu, 25 November 2018

SEDIMENTASI DELTA SUNGAI CITARUM, KECAMATAN MUARA GEMBONG, KABUPATEN BEKASI

Oleh : Paryono , Ario Damar , Setyo Budi Susilo , Rokhmin Dahuri , dan Henny Suseno  (Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol. 1 No. 1 April 2017 : 15-26)

Salah satu dampak perubahan penggunaan lahan di DAS Citarum bagian hilir terhadap wilayah pesisir yaitu terjadinya sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar sedimen dan total sedimen di Sungai Citarum hilir. Perhitungan total sedimen dilakukan dengan pengukuran sampel kadar sedimen/total padatan tersuspensi (Total Suspended Solid,TSS) di 3 (tiga) lokasi yaitu inlet waduk Jatiluhur, outlet Waduk Jatiluhur, dan Sungai Citarum hilir sebelum muara sungai. Waktu penelitian yaitu tahun 2014. Pengambilan sampel kadar sedimen dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Analisis kadar sedimen mengacu SNI 06-6989.3-2004 tentang cara uji TSS secara gravimetri. Hasil pengukuran kadar sedimen di lokasi inlet Waduk Jatiluhur sebesar 0,20 kg/m3 , outlet Waduk Jatiluhur sebesar 0,02kg/m3 , dan Sungai Citarum hilir sebesar 0,44 kg/m3 . Total sedimen di lokasi inlet Waduk Jatiluhur sebesar 1,34 x 106 ton/tahun, total sedimen outlet Waduk Jatiluhur sebesar 0,14 x 106 ton/tahun, dan total sedimen yang masuk ke muara Sungai Citarum sebesar 1,79 x 106 ton/tahun. Keberadaan Waduk Jatiluhur telah mengurangi potensi beban sedimen masuk ke laut sebesar 1,20 x 106 ton/tahun. Pasokan sedimen dari Sungai Citarum menyebabkan terjadinya sedimentasi di sekitar muara Sungai Citarum dengan luas 3.828,26 ha pada tahun 2014.

Selengkapnya :
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPPDAS/article/view/1655/2075

Kontribusi Industri Tekstil dalam Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun terhadap Rusaknya Sungai Citarum

Oleh : Desriko Malayu Putra (JURNAL HUKUM LINGKUNGAN VOL. 3 ISSUE 1, JULI 2016, Pp 133 - 152)

Indonesia merupakan Negara yang masuk dalam jajaran 10 besar pengekspor pakaian terbesar dunia dan pada tahun 2011 Indonesia merupakan negara pengekspor terbesar ke-11 di dunia. Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang paling besar di Asia Tenggara, dan sektor tekstil menyumbang 8,9 persen total ekspor Indonesia pada 2010. Tulisan ini akan melihat bagaimana kontribusi sektor industri tekstil terhadap rusaknya Sungai Citarum. Metodologi penulisan ini munggunakan pendekatan yuridis normatif yang diperkuat oleh kasus kegiatan industri yang letaknya bersebelahan dengan Sungai Citarum. Sungai Citarum memiliki reputasi buruk sebagai sungai terkotor di dunia. Masalah kasat mata berupa sampah dan limbah domestik memang terlihat parah. Tetapi limbah dari bahan berbahaya dan beracun yang digunakan dalam industri tekstil merupakan sumber besar dari pencemaran dengan konsekuensi jangka panjang yang lebih serius, terutama di bagian hulu Sungai Citarum di mana terdapat 68 persen pabrik tekstil.

Selengkapnya :
https://icel.or.id/wp-content/uploads/Jurnal-HLI-Vol.-3-Issue-1-Juli-2016.pdf

Cascade Reservoirs Optimization in Citarum River Indonesia

By Reni Mayasari & Budy Gunady (Jasa Tirta II Public Corporation, Indonesia - Hydropower15 Stravanger, Norway 15 – 16 June 2015)

Hydropower’s located in the three cascade reservoirs are all situated on the Citarum River in West Java, the upper two reservoirs Saguling and Cirata are single purpose dam that operated for hydropower production, while the downstream reservoir, Ir. H. Djuanda has to meet the water supply requirements as a multipurpose dam, therefore optimize operation of these three reservoirs is necessary for maximizes dependable water to meet several needs with existing limitation. Reservoirs operated by means of rule curve that relates storage and time. Several curves can be applied at the same time depending on the position of the next periods of the release that are taken. The dynamic programming method as a famous and classic method to optimize a reservoir system was chosen to applied. This method is possible to decide under uncertainty with in the most optimal “path” of reservoir level. The rule curves produced had been optimized with respect to power production in the system. At the same time monthly target storage was derived with respect to flood protection and water supply for all purposes. Different purposes and various operators on managing reservoir operation induce conflict of interests. Optimization method cannot always be applied considering the complexity of constraints that must be adopted. To overcome of these limitations the policies are brought about in the form of coordination forum, and optimization is conducted by simulation and sometimes without optimizing the hydropower production.

Read more :
http://www.ich.no/Opplastet/Dokumenter/Hydropower15/Mayasari_Indonesia.pdf

Synergy in the Watershed Management: Case Study on Citarum Watershed - Indonesia

By Sam'un Jaja Raharja (Faculty of Social and Political Sciences Padjadjaran University Bandung - International Journal of Humanities and Social Science Invention,   Volume 4 Issue 3)

Watershed is a common and open-ended property. Watershed is a property for many parties, both individuals and organizations who have interests of its existence. As open property, each party can freely enter and exit, according to their interests without responsible for maintaining the watershed’s conditions. Condition of watershed can result complex or even conflict. Because each party has different perceptions, interests, and even conflict each other As common and open property, the watershed require joint management. Co-management becomes increasingly important because of watershed flows beyond administrative, territory and authority boundaries of organizations. Watershed management require a new approach which is able to reach out many parties, individuals, organizations and governments. Collaborative approach as a new approach, in contrast with New Public Management approach is emphasizing in property management which is involving multiple parties or organizations, both governmental, private and also community organizations. Case analysis on management of Citarum Watershed shows the complexity of issues of watershed management. In managing the complexity of watershed is need the implementation of collaborative approach which is able to realize the impact of watershed management.

Read more :
http://www.ijhssi.org/papers/v4(3)/Version-1/C0431019023.pdf

Citarum River Basin Management To Support Water Supply Measures for Jakarta and Industrial Areas

By Perum Jasa Tirta II – Jatiluhur

One of the strategic rivers in Indonesia
 80% of raw water suppy for Jakarta is relied on CRB,
 237,000 ha technically irrigated area within one system,
 DMI water requirements in 10 Kabupaten/Kota,
 Hydro-electric power plants (1,800 MW in total),
 Flood control, etc.

Read more:
http://www.unido.or.jp/files/691dcc07db5419c82de3a9cf9828bb4b.pdf 

Kota Cerdas Ramah Lingkungan: Inovasi Urban Berbasis Teknologi Hijau

Pendahuluan Apa jadinya jika kota-kota kita tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga cerdas dalam menjaga alam? Dengan populasi urba...