Minggu, 23 Februari 2020

PENGENALAN KONSEP INDUSTRI HIJAU UNTUK MASYARAKAT KECAMATAN KLARI KABUPATEN KARAWANG MELALUI PORTAL CITARUMPEDIA


Pesatnya perkembangan sektor industri diberbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, cenderung hanya menjadikan masyarakat sebagai penonton yang cenderung pasif. Adanya realita bahwa keberadaan sektor industri dapat mendegradasi kualitas lingkungan agak kurang dihiraukan, kecuali jika dampaknya sudah melampaui ambang batas.

PENGENALAN JENIS DAN DAMPAK LIMBAH INDUSTRI UNTUK MASYARAKAT KECAMATAN KLARI KABUPATEN KARAWANG MELALUI PORTAL CITARUMPEDIA


Dampak limbah industri ada yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Limbah industri dapat mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat, termasuk komponen pada lingkungan seperti air, tanah dan udara.  limbah hasil industri menjadi salah satu persoalan serius di era industrialisasi.

Senin, 28 Oktober 2019

PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN SAGULING, CIRATA, DAN JATILUHUR SEBAGAI LUMBUNG IKAN JAWA BARAT YANG SEHAT, BERMUTU, DAN AMAN KONSUMSI

Pada era perdagangan bebas saat ini, peningkatan nilai ekspor hasil perikanan bukan semata -mata terbatas pada volume produksi, namun juga pada kualitas produksi guna memberikan nilai tambah hasil ekspor. Untuk itu sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta pengendalian penyakit ikan menjadi tahap yang sangat menentukan bagi realisasi nilai ekspor produk perikanan. Perkembangan perekonomian dunia dan arus informasi global menuntut adanya peran semua pihak untuk mampu melakukan tindakan karantina ikan khususnya dalam hal kecepatan, ketepatan, efisiensi dan ketelusuran. Dalam hal ini, BKIPM sebagai fasilitator dan regulator mengemban tugas memberikan arahan, fasilitasi, dan bimbingan teknis kepada para pemangku kepentingan guna mendorong implementasi pelaksanaan In Line Inspection di lingkup wilayah kerjanya masing -masing.

Selengkapnya :
http://www.bkipm.kkp.go.id/user_umum/admin/one%20page%20cirata%20edit%20(1).pdf

RENCANA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI CITARUM

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai Citarum merupakan Wilayah Sungai Strategis Nasional dengan Kode Wilayah Sungai: 02.06.A3. Terdiri dari dari 10 Kabupaten dan 2 Kota dengan Sungai Citarum yang menjadi sungai utama.

Selengkapnya :
http://bbwscitarum.com/wp-content/uploads/2016/11/Rencana-Pengelolaan-Sumber-Daya-Air-WS-Citarum.pdf

POTRET KEBUDAYAAN MASYARAKAT PENGHUNI BANTARAN SUNGAI CITARUM: STUDI KASUS DI DESA CITEREUP-KEC. DAYEUHKOLOT

Oleh: Andreas Doweng Bolo, SS, M.Hum. dan Hendrikus Endar Suhendar, SS, M.Hum. 

Bandung yang dilalui beberapa sungai terutama Sungai Citarum menyimpan persoalan pelik salah satunya adalah banjir. Berbagai upaya dilakukan namun dari tahun ketahun banjir akibat luapan Sungai Citarum tetap terjadi di musim penghujan dan kekeruhan air yang parah di musim kemarau. Warga masyarakat penghuni bantaran Sungai Citarum dari masa ke masa senantiasa menyesuaikan diri dengan ritme sungai ini. Bila musim hujan maka warga penghuni bantaran bersiap untuk menghadapi bahaya banjir sedangkanpada musim kemarau mereka bersiap untuk mencium bau busuk sungai.

Selengkapnya :
http://journal.unpar.ac.id/index.php/Sosial/article/viewFile/206/191

PERENCANAAN KOLAM RETENSI SEBAGAI USAHA MEREDUKSI BANJIR SUNGAI CITARUM HULU, KABUPATEN BANDUNG

Oleh : Bima Adhi Baskoro, Dian Sisinggih dan  Suwanto Marsudi

Sungai Citarum Hulu (Cekungan Bandung) memiliki kapasitas debit rata-rata 550 m 3 /dt, apabila debit sungai melebihi kapasitas tersebut, maka terjadi genangan pada 3 Kecamatan, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Mengingat sebagian besar wilayah Kecamatan Baleendah khususnya kampung Cieunteung merupakan daerah dataran rendah, tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi di wilayah ini akibat luapan Sungai, maka dari itu dibutuhkan suatu upaya pengendalian banjir, salah satunya perencanaan kolam retensi, guna mereduksi banjir. Pada studi ini, dilakukan analisa hidrologi guna mendapatkan debit banjir rancangan pada lokasi studi.. Selanjutnya dilakukan analisa hidrolika untuk mengetahui kondisi eksisting dengan banjir kala ulang 50 tahun untuk mengetahui seberapa besar dampak banjir dengan menggunakan bantuan paket program HEC-RAS 5.0.3.

Selengkapnya :
http://pengairan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jmtp/article/view/76/55

PREDIKSI BANJIR SUNGAI CITARUM DENGAN LOGIKA FUZZY HASIL ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

Oleh : Phitsa Mauliana

Banjir yang terjadi di Bandung, khususnya paling sering terjadi adalah di daerah Kabupaten Bandung, kejadian banjir dipantau dan ditangani oleh salah satu Dinas Pemerintahan dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Citarum sebagai salah satu Dinas Pemerintahan yang bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap keadaan sungai Citarum, harus dapat melakukan fungsinya dalam mengatasi berbagai kemungkinan terjadinya banjir di daerah-daerah sekitar yang dilalui oleh sungai Citarum sehingga dapat diambil tindakan untuk menghindari terjadinya banjir (Mauliana & Widodo, 2014).

Selengkapnya:
https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ji/article/view/807/944

Sinergi Seluruh Unsur untuk Pemulihan Citarum

Sungai Citarum dengan panjang 297 kilometer menjadi sungai bernilai strategis yang mengaliri sekaligus menghidupi 12 kabupaten dan kota serta 133 kecamatan di Jawa Barat serta menjadi sumber air 420 ribu hektare lahan pertanian. Namun Citarum hari ini menghadapi kondisi yang menyedihkan. “Pada tahun 2010 media populer asal Amerika Serikat, Huffington Post memberikan predikat Citarum sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia,” jelas Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman, Elvi Wijayanti di Cibinong pada Kamis (21/3/2019).

Selengkapnya :
http://lipi.go.id/berita/single/Sinergi-Seluruh-Unsur-untuk-Pemulihan-Citarum/21577

Upaya LIPI Mewujudkan Pemulihan Citarum

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengembangkan teknologi untuk membantu upaya pemulihan sungai Citarum “Sungai Citarum semakin hari makin tinggi tingkat polusi dan pencemarannya sehingga menjadi permasalahan akut di sungai terpanjang di wilayah Jawa Barat ini,” jelas Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Sri Priatni. Dirinya menjelaskan, hasil penelitian LIPI ini bisa dipakai dan dikembangkan oleh pemerintah Jawa Barat serta berbagai pihak lain sehingga mimpi melihat sungai Citarum kembali bersih bisa terlaksana.

Selengkapnya :
http://lipi.go.id/berita/single/Upaya-LIPI-Mewujudkan-Pemulihan-Citarum/21583

Citarum Harum dan Harapan Pemulihan Daerah Aliran Sungai

Dengan daerah aliran sungai seluas 690.571, 57 hektar, Citarum menjadi sumber air irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan sumber air baku untuk air minum serta sebagai lahan perikanan tangkap dan budidaya yang dimanfaatkan penduduk di 10 kabupaten dan dua kota di provinsi Jawa Barat. Namun Citarum hari ini dihadapkan pada pencemaran akut yang mengakibatkan kerugian besar terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, dan sumber daya lingkungan. Pemerintah pada 14 Maret tahun 2018 lalu  mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang menjadi dasar normatif program Citarum Harum. Untuk menciptakan pemahaman bersama di dalam penanganan permasalahan Sungai Citarum dan sungai-sungai lainnya di Indonesia serta memperingati Hari Air Sedunia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyelenggarakan Bincang-Bincang Citarum Harum yang akan diselenggarakan pada Kamis, 21 Maret di Cibinong, Jawa Barat.

Selengkapnya :
http://lipi.go.id/siaranpress/citarum-harum-dan-harapan-pemulihan-daerah-aliran-sungai-/21575

Rencana Aksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum 2019 - 2025

Dokumen Rencana Aksi Penanganan DAS Citarum disusun berdasarkan mandat Peraturan Presiden 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum dengan melibatkan semua pemangku kepentingan melalui tahapan-tahapan diskusi baik di tingkat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta, akademisi dan penggiat lingkungan. Penyusunan Rencana Aksi bertujuan agar tersedianya pedoman pemangku kepentingan dalam penyusunan rencana yang lebih teknis, penyusunan penganggaran serta sebagai acuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dalam usaha penanganan DAS Citarum.

Selengkapnya :
https://citarik.files.wordpress.com/2019/02/rencana-aksi_180219.pdf

STRATEGI PENGELOLAAN TERPADU PENYELESAIAN PERMASALAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM

Forum Guru Besar ITB

Sungai Citarum yang merupakan sungai terbesar di Jawa Barat, walaupun hanya menduduki nomor 4 terbesar di Pulau Jawa, namun demikian, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai Citarum ditetapkan sebagai Wilayah Sungai Strategis Nasional dengan kode WS: 02.06.A3 (Atlas, BBWSC, 2012). Hal tidak terlepas dari peranan Sungai Citarum dalam menunjang kegiatan ekonomi nasional yang mencakup tidak hanya wilayah Jawa Barat tapi juga wilayah DKI Jakarta (Kusuma, 2008, 2011). Berdasarkan Sistem Pengelolaan Wilayah Sungai tersebut, Sungai Citarum dibagi atas Citarum Hulu, Citarum Tengah dan Citarum Hilir. Wilayah Citarum Hulu merupakan daerah pegunungan yang mempunyai batas wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) berupa barisan beberapa gunung yang mengelilingi Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, yang dikenal dengan sebutan Bandung Basin.

Selengkapnya :

http://eprints.itb.ac.id/13/2/Buku%20Sungai%20Citarum%20akhir%202-FGB-ITB.pdf

Selasa, 22 Oktober 2019

Anak Sungai Citarum

Sungai Ci Tarum meliputi banyak anak sungai. Nama-nama anak sungai tersebut dapat dilihat di http://bbwscitarum.com/wp-content/uploads/2014/09/Daftar-Sungai.pdf. Berikut ini adalah sebagian dari anak sungai yang mengalir ke Ci Tarum:
  • Ci Beet
  • Ci Kao
  • Ci Somang
  • Ci Kundul
  • Ci Balagung
  • Ci Sokan
  • Ci Meta
  • Ci Minyak
  • Ci Lanang
  • Ci Jere
  • Ci Haur
  • Ci Mahi
  • Ci Beureum
  • Ci Widey
  • Ci Sangkuy
  • Ci Kapundung
  • Ci Durian
  • Ci Pamokolan
  • Ci Tarik
  • Ci Keruh
  • Ci Rasea

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ci_Tarum


PEMANFAATAN BAKTERI UNTUK KESELAMATAN LINGKUNGAN

Oleh: Dr.Ir. I. Ketut Irianto M.Si

Adanya keprihatinan yang besar di antara masyarakat akan kualitas lingkungan telah membantu dicurahkannya minat yang kian besar untuk mempelajari ekologi mikroba. Sebagai contoh mikroorganisme memegang peranan yang menentukan dalam menguraikan sampah yang berasal dari manusia dan industri yang dibuang ke dalam air dan tanah. Mereka mampu melaksanakan daur ulang terhadap banyak macam bahan. Kualitas dan produktivitas perairan alamiah saling berkaitan, terutama dengan populasi mikrobanya. Udara bersih serta bebas debu mengandung sedikit mikroorganisme. Dengan demikian nyatalah bahwa penilaian terhadap kualitas lingkungan mempunyai kaitan yang rumit dengan flora mikroba yang ada (Pelezar dan Chan, 2005).

Selengkapnya :
http://repository.warmadewa.ac.id/279/1/PEMANFAATAN%20BAKTERI.pdf

Jernihkan Sungai Citarum, Bakteri Penjernih Air Ditebar

Selain menjernihkan air, bakteri MR 8 diketahui bisa menetralisasi racun yang mengendap di lumpur di dasar sungai sehingga airnya jernih dan bisa dimanfaatkan. Bakteri MR 8 diperkirakan bisa menjernihkan air dan menetralisasi racun di dalamnya selama sekira 7 hari. Oleh karena itu, setelah rentang waktu tersebut, dia akan kembali memeriksa mutu air di lokasi oxbow tersebut.



 https://youtu.be/9XTVEhLE8HE

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2019/08/23/air-sungai-citarum-akan-bisa-diminum-setelah-ditaburkannya-bakteri-mr-8

Air Sungai Citarum Akan Bisa Diminum Setelah Ditaburkannya Bakteri MR 8

Satuan tugas (Satgas) Citarum Harum menaburkan ratusan jeriken bakteri MR 8 untuk menjernihkan air di oxbow Sungai Citarum Sektor 6 di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 23 Agustus 2019.
Selain menjernihkan air, bakteri MR 8 diketahui bisa menetralisasi racun yang mengendap di lumpur di dasar sungai sehingga airnya jernih dan bisa dimanfaatkan.
Menurut Komandan Sektor 6 Citarum Harum Kolonel Infanteri Yudy Zanibar, Oxbow Bojongsoang menjadi percontohan awal pemanfaatan bakteri MR 8. "Jika hasilnya sudah terbukti, diharapkan airnya bisa digunakan untuk keperluan masyarakat," ucapnya.
Yudi mengatakan, bakteri MR 8 diperkirakan bisa menjernihkan air dan menetralisasi racun di dalamnya selama sekira 7 hari. Oleh karena itu, setelah rentang waktu tersebut, dia akan kembali memeriksa mutu air di lokasi oxbow tersebut.
Selengkapnya :

Kota Cerdas Ramah Lingkungan: Inovasi Urban Berbasis Teknologi Hijau

Pendahuluan Apa jadinya jika kota-kota kita tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga cerdas dalam menjaga alam? Dengan populasi urba...