Oleh : Gede H. Cahyana
“Kalau ada Ciletuh Geopark, maka boleh juga kita kukuhkan
Citarum Ecopark atau Citarum Waterpark.”
Masa berganti, musim berlalu, kini Citarum semakin harum. Tidak hanya media massa lokal yang
mengupas, tetapi juga media cetak ibukota dan daerah. Luasnya sebaran kata Citarum harum ini
tentu bukan makna harfiahnya. Sebab, hingga tahun 2018 sengatan bau amoniak, bau belerang
akibat asam sulfida (seperti bau di Gunung Tangkubanparahu), bau selokan saat kemarau dan airnya
yang keruh selama musim hujan sudah menjadi rahasia umum. Warga yang tinggal di sepanjang
bantarannya sudah tahu perihal “harumnya” itu. Lantas, mungkinkah makna leksikal harum bisa
disematkan kepada Citarum?
Pemenang lomba Writingthon Dikti 2018, Indonesia Untuk Citarum Harum, Kemenristekdikti Bitread
Publishing, 2018
Selengkapnya :
https://osf.io/8s6r2
Citarumpedia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kota Cerdas Ramah Lingkungan: Inovasi Urban Berbasis Teknologi Hijau
Pendahuluan Apa jadinya jika kota-kota kita tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga cerdas dalam menjaga alam? Dengan populasi urba...
-
Pada era perdagangan bebas saat ini, peningkatan nilai ekspor hasil perikanan bukan semata -mata terbatas pada volume produksi, namun juga p...
-
Yayat Hidayat, Kukuh Murtilaksono, Enni Dwi Wahjunie, dan Diah Retno Panuju (Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Agustus 2013 Vol. 18 ...
-
Pendahuluan Pernahkah Anda membayangkan sungai di kota Anda bisa "berbicara"? Memberitahu ketika airnya tercemar atau memprediks...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar